3 Jenis Penyakit Kelinci yang Sering Ditemui

Membudidayakan kelinci maka anda harus mengetahui jenis penyakit kelinci yang sering menyerang kelinci.dengan menyimak artikel ini anda akan menemukan cara mencegah penyakit apapun kepada kelinci anda. Simak baik-baik ya!

Jika anda ingin membudidayakan kelinci seperti kelinci gg, anda harus mengetahui penyakit kelinci yang sering ditemui. Hal ini untuk mencegah penyakit tersebut menyerang kelinci anda dan menularkan ke kelinci lainnya. Tidak ingin kan usaha anda berhenti karena kelinci mati karena penyakit? Cari tahu lebih banyak mengenai penyakit yang sering menyerang kelinci dan cegah penyakit tersebut.

Berbicara mengenai kelinci, kelinci adalah hewan yang cukup rentan terhadap beberapa penyakit yang bahkan, dapat mematikan. Kelinci termasuk binatang peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya. Dengan menjaga kebersihan kandang akan mengurangi pemicu perkembangan serangga, jamur atau organisme yang menyebabkan penyakit kelinci muncul.

  • Gigi yang Tumbuh Berlebih

Kelinci yang giginya terus menerus tumbuh akan menjadi kesulitan jika terus-terusan menggertakkan gigi-giginya karena memakan makanan yang berserat. Gigi bawah kelinci akan tumbuh menyerupai paku tajam dan melukai pipi dan lidahnya, sehingga membuat kelinci tidak makan sama sekali. Akibatnya kelinci akan kekurangan asupan makan dan mati. Untuk mencegahnya, perhatikan makanan kelinci dengan pastikan 80-90% makanan kelinci yang berupa serat dalam bentuk jerami dan rumput.

  • Pasteurellosis

Penyakit kelinci yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella Multocida ini adalah infeksi sinus hidung dan saluran air mata kelinci dengan mengalami gejala seperti mata berair, sering bersin dan hidung berair. Jika sudah terdapat gejala tersebut, kelinci harus dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan. Karenanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka dan terbebas dari kontaminasi infeksi.

  • Kanibal

Kelinci adalah vegetarian. Namun jika kelinci dihinggapi oleh rasa cemas karena kurang amannya dari gangguan predator seperti kucing, tikus dan anjing. Maka dengan ketakutan ini bisa mendorong kelinci memakan anaknya sendiri. Untuk mencegahnya, buatlah kandang yang besar sehingga kelinci memiliki ruang yang luas untuk melahirkan dan tidak khawatir dengan gangguan predator.